Chat · Linia Dedoldia

  1. 💬 Halo! Ayo mengobrol.

Linia Dedoldia – Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Fakta menarikBiografiCerita, kepribadian, dan semua hal di antaranya.Baca biografiTutup biografi
Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Linia Dedoldiaリニアーナ・デドルディア

Anggota kaum manusia binatang berciri kucing dari klan Doldia yang dikenal suka membuat onar dan memiliki pengaruh besar di Universitas Sihir Ranoa

Linia Dedoldia adalah tokoh dari kaum manusia binatang berciri kucing dalam Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation, sekaligus anggota keluarga penguasa klan Doldia. Di Universitas Sihir Ranoa, ia dan sahabat masa kecilnya, Pursena Adoldia, terkenal suka merundung mahasiswa lain dan memaksakan kehendak melalui intimidasi. Linia impulsif, cepat mencari gara-gara, dan terbiasa diperlakukan sebagai sosok penting.

Pertemuannya dengan Rudeus Greyrat mengubah kedudukannya yang selama ini nyaman. Si pembuat onar yang dahulu ditakuti itu pun mulai memanggil Rudeus “Bos”. Penampilannya yang menyerupai kucing dan kebiasaannya mengakhiri kalimat dengan “nya” membuatnya mudah dikenali.

Biografi

Seorang Pewaris Klan Doldia di Ranoa

Linia berasal dari keluarga Dedoldia yang berciri kucing di Hutan Besar, salah satu garis keturunan terpandang di kalangan kaum manusia binatang Doldia. Ia berkuliah di Universitas Sihir Ranoa bersama Pursena Adoldia, sahabat masa kecilnya dari cabang klan yang berciri anjing. Status keluarga mereka tidak membuat keduanya bersikap rendah hati. Mereka sama-sama petarung tangguh dan menjadi terkenal karena bertindak sewenang-wenang di lingkungan universitas. Mahasiswa lain pun punya alasan kuat untuk tidak memancing kemarahan mereka.

Insiden Patung Roxy

Ulah Linia membawanya ke dalam konflik dengan Rudeus Greyrat melalui Zanoba Shirone. Setelah mengalahkan Zanoba dalam duel, Linia dan Pursena menghancurkan patung kecil Roxy Migurdia buatan Rudeus. Rudeus murka saat mengetahui kerusakannya. Ia menghadapi keduanya dan berhasil mengalahkan mereka, membuktikan bahwa reputasi sebagai petarung tangguh tidak membuat mereka kebal dari kekalahan. Upaya mereka menunjukkan kekuasaan atas Zanoba justru berakhir dengan pengakuan bahwa Rudeus lebih unggul, hingga Linia dan Pursena mulai menyapanya dengan sebutan “Bos”.

Linia Dedoldia
Linia Dedoldia
Linia Dedoldia
Linia Dedoldia

Kehidupan dalam Tatanan Baru di Kampus

Linia tetap dekat dengan Pursena setelah kekalahan mereka. Interaksi keduanya dengan Rudeus tak lagi diwarnai permusuhan terang-terangan seperti sebelumnya, meski kebiasaan buruk mereka tak sepenuhnya hilang. Kesediaan Linia untuk segera mengakui kewibawaan Rudeus mencerminkan sikapnya terhadap kekuatan: ia senang menjadi pihak yang ditakuti, tetapi tahu kapan seseorang telah mengalahkannya secara telak. Keduanya pun melanjutkan kehidupan kampus sebagai bagian dari lingkungan pergaulan Rudeus.

Linia Dedoldia
Linia Dedoldia
Linia Dedoldia
Linia Dedoldia

Kepribadian dan Watak

Linia berisik, angkuh, gampang terpancing, dan gemar menunjukkan kekuasaannya. Ia bertindak menurut dorongan sesaat dan kerap mengira dirinya bisa berbuat lebih jauh daripada yang sebenarnya. Kepercayaan dirinya cukup besar untuk membuatnya mencari perkelahian, tetapi segera lenyap ketika ia menghadapi seseorang yang jauh lebih kuat. Alih-alih keras kepala meneruskan pertarungan tanpa harapan, ia bisa berubah menjadi sangat penurut.

Pursena menjadi pembanding yang jelas. Sementara sahabatnya yang berciri anjing sering tampak lebih tenang, Linia ekspresif dan cepat naik darah. Meski begitu, keduanya adalah teman yang dapat saling diandalkan. Kesetiaan Linia terutama terlihat ketika Pursena menghadapi konsekuensi serius dalam bagian-bagian berikutnya dari seri novel. Rinciannya dibahas dalam biografi yang mengandung spoiler.

Penampilan

Linia memiliki rambut abu-abu pendek yang acak-acakan, telinga kucing runcing, ekor dengan warna senada, dan mata kemerahan. Dalam desain resmi animenya, ia mengenakan seragam Ranoa yang terdiri atas jaket berwarna terang, rompi gelap, pita merah di leher, rok, dan sepatu bot. Telinga serta ekor kucingnya membedakannya dari Pursena, yang memiliki ciri-ciri anjing.

Fakta singkat

Spesies
Kaum manusia binatang, garis keturunan Dedoldia berciri kucing
Daerah asal
Hutan Besar, Desa Doldia
Afiliasi awal
Universitas Sihir Ranoa
Ayah
Gyes Dedoldia
Adik perempuan
Minitona Dedoldia
Pengisi suara Jepang
Fairouz Ai

Kemampuan

Kelincahan dan Kemampuan Bertarung Fisik Kaum Manusia Binatang

Linia memiliki kecepatan, kekuatan fisik, dan keterampilan bertarung jarak dekat yang menjadi ciri petarung tangguh dari kaum manusia binatang Doldia. Kemampuan ini membantunya membangun pengaruh di kalangan mahasiswa Ranoa.

Keterbatasan: Rudeus tetap berhasil mengalahkannya meskipun Linia yakin akan kemampuan bertarungnya.

Raungan

Linia dikaitkan dengan Sihir Suara khas kaum manusia binatang yang lazim disebut Raungan. Teknik ini memanfaatkan suara yang diperkuat dengan sihir untuk menghambat gerakan lawan.

Sihir Elemen dan Penyembuhan

Kemampuan sihir Linia yang tercatat meliputi Sihir Api tingkat lanjut, Sihir Air tingkat menengah, serta Sihir Tanah, Angin, Penyembuhan, dan Penawar Racun tingkat dasar.

Hubungan

Pursena Adoldia

Sahabat masa kecil dan rekan terdekat semasa kuliah

Pursena dan Linia berasal dari cabang klan Doldia yang berbeda. Mereka berkuliah bersama di Ranoa, sama-sama dikenal sebagai pembuat onar, dan sering saling mendukung meskipun watak mereka berbeda.

Rudeus Greyrat

Sesama mahasiswa dan sosok yang diakui lebih unggul

Setelah Rudeus mengalahkan Linia dan Pursena akibat penghancuran patung Roxy, keduanya mulai memanggilnya “Bos”. Permusuhan pada awal perkenalan mereka perlahan berubah menjadi hubungan yang lebih kooperatif.

Gyes Dedoldia

Ayah

Gyes adalah ayah Linia dan salah satu pemimpin di kalangan kaum manusia binatang dari keluarga Dedoldia di Hutan Besar.

Ghislaine Dedoldia

Bibi dari pihak ayah

Ghislaine adalah bibi Linia sekaligus seorang Raja Pedang yang sangat terampil. Hubungan kekerabatan mereka berasal dari Gyes, ayah Linia yang merupakan saudara laki-laki Ghislaine.

Minitona Dedoldia

Adik perempuan

Minitona adalah putri Gyes Dedoldia yang lain dan berasal dari keluarga berciri kucing yang sama dengan Linia.

Fakta menarik

Selama musim mencari pasangan pada musim gugur di kalangan kaum manusia binatang, Linia dan Pursena mengurung diri di kamar asrama agar tidak perlu menghadapi para penantang yang ingin menikahi mereka.

Kedudukan mereka sebagai putri klan Doldia menarik perhatian yang tidak mereka inginkan karena adat peminangan melibatkan duel resmi.

Pertanyaan umum

Siapakah Linia Dedoldia dalam Mushoku Tensei?

Linia adalah anggota kaum manusia binatang berciri kucing dari klan Doldia yang berasal dari Hutan Besar. Bersama Pursena Adoldia, ia menjadi mahasiswi berpengaruh di Universitas Sihir Ranoa yang kerap menimbulkan masalah.

Apakah Linia dan Pursena bersaudara?

Tidak. Mereka bersahabat sejak kecil dan berasal dari cabang klan Doldia yang berbeda. Linia berasal dari cabang berciri kucing, sedangkan Pursena dari cabang berciri anjing.

Mengapa Linia memanggil Rudeus “Bos”?

Linia dan Pursena mulai memanggil Rudeus “Bos” setelah ia mengalahkan mereka menyusul penghancuran patung kecil Roxy Migurdia buatannya.

Apakah Linia memiliki hubungan keluarga dengan Ghislaine?

Ya. Ghislaine Dedoldia adalah bibi Linia dari pihak ayah. Ayah Linia, Gyes Dedoldia, merupakan saudara laki-laki Ghislaine.

Sihir apa saja yang bisa digunakan Linia?

Linia tercatat dapat menggunakan Sihir Api, Air, Tanah, Angin, Penyembuhan, dan Penawar Racun, serta teknik Raungan khas kaum manusia binatang. Tingkat penguasaan sihir elemen tertinggi yang tercatat untuknya adalah Sihir Api tingkat lanjut.

Bagian berikut memuat spoiler besar tentang cerita.

Kelulusan dan Usaha Dagang yang Berakhir Buruk

Linia akhirnya lulus dari Universitas Sihir Ranoa bersama Pursena. Alih-alih pulang untuk menjalankan tanggung jawab yang diharapkan darinya di Desa Doldia, ia mencoba mencari nafkah sebagai pedagang keliling. Ia mengangkut barang antara Asura dan wilayah utara dengan modal pinjaman. Usahanya berakhir buruk ketika ia ditipu dan tidak mampu melunasi utang. Para kreditur kemudian mengatur agar ia dijual sebagai budak, sehingga ambisinya mencari nafkah secara mandiri pun kandas.

Pertolongan Eris dan Campur Tangan Rudeus

Linia melarikan diri dari para pedagang budak dan bertemu Eris Greyrat, yang kemudian menampungnya. Para pedagang itu menyusul ke rumah Rudeus untuk mengambil Linia kembali. Mereka menjelaskan bahwa seorang pembeli dari keluarga Boreas sudah mengatur pembeliannya. Rudeus tidak mau menyerahkan kenalan lamanya. Ia justru membayar para pedagang itu sendiri dan mengambil alih tanggung jawab atas utang Linia yang sangat besar.

Awalnya, Rudeus menempatkan Linia sebagai pelayan rumah tangga di bawah pengawasan adik perempuannya, Aisha. Pekerjaan itu sama sekali tidak cocok untuknya. Linia merusak barang-barang rumah tangga, meninggalkan bulu pada cucian, dan berulang kali membuat Aisha frustrasi karena kecerobohannya. Sylphiette pun mulai tidak senang dengan pengaturan tersebut. Eris lebih bisa memakluminya, tetapi anggota keluarga lain menegaskan bahwa Linia tidak bisa terus bekerja di sana tanpa batas waktu.

Linia sempat mempertimbangkan untuk menjadi istri keempat Rudeus, antara lain karena berharap pernikahan akan menghapus utangnya. Eris mengemukakan kemungkinan hubungan pribadi antara Linia dan Rudeus, tetapi Rudeus menolak gagasan itu. Ia tidak ingin memperburuk suasana rumah yang sudah tidak nyaman dan lebih memilih mempertahankan persahabatan mereka. Karena itu, ia mulai mencari pekerjaan lain untuk Linia.

Bakat Tak Terduga dalam Merekrut Tentara Bayaran

Mencari pekerjaan yang cocok bagi Linia ternyata sulit. Rudeus mempertimbangkan pekerjaan di bidang penelitian, penjualan, layanan rumah tangga, dan petualangan, sebelum menyimpulkan bahwa Linia mungkin lebih cocok merekrut orang untuk membantu operasinya bagi Orsted. Ia membeli sebuah bangunan untuk usaha tersebut dan menugaskan Aisha mengawasi Linia.

Hasilnya melampaui perkiraan Rudeus. Selama ia pergi, Linia merekrut lebih dari tiga puluh orang, sementara Aisha menemukan cara memanfaatkan tenaga kerja yang terus bertambah. Karena banyak di antara mereka adalah petarung, usaha itu berkembang menjadi perusahaan tentara bayaran yang menawarkan jasa seperti pengawalan berbayar. Ketika Rudeus kembali, organisasi tersebut sudah memiliki sekitar lima puluh pekerja, seragam yang mudah dikenali, dan pelanggan yang membayar. Organisasi itu kemudian dikenal sebagai Perusahaan Tentara Bayaran Ruquag, atau Pasukan Tentara Bayaran Ruquag.

Aisha menangani urusan organisasi dan keuangan yang rumit, sedangkan kemampuan Linia merekrut orang akhirnya benar-benar bermanfaat. Usaha tentara bayaran memberi Linia cara yang realistis untuk melunasi utangnya kepada Rudeus tanpa harus terus menjadi pelayan rumah tangga yang tidak cakap. Organisasi itu juga menyediakan personel untuk membantu Rudeus menjalankan tugas-tugasnya yang lebih luas.

Kembali ke Kampung Halaman Bersama Binatang Suci

Sebuah pesan dari Hutan Besar membawa Linia kembali ke Desa Doldia bersama Rudeus dan Binatang Suci Leo. Penduduk desa cemas karena Leo menghilang dan menuntut penjelasan. Mereka juga mengenali Linia, yang reputasinya di kampung halaman tidak membaik setelah meninggalkan kewajiban yang diharapkan darinya demi menjadi pedagang. Rudeus menjelaskan bagaimana kegagalan usaha Linia membuatnya diperbudak sebelum akhirnya diselamatkan.

Kunjungan itu juga mengungkap bahwa Pursena sedang terjerat masalah serius. Setelah pulang, Pursena menjadi pemimpin para prajurit dan calon pemegang tanggung jawab yang lebih tinggi. Namun, ia kehilangan kedudukannya setelah memakan cadangan daging darurat desa saat justru ditugaskan menjaganya. Pursena dipenjara, dan penyelidikan Rudeus memastikan apa yang telah terjadi. Walaupun Linia tidak bisa menghapus kesalahan sahabatnya, ia mengusulkan jalan lain selain membiarkan Pursena mendekam di penjara dalam keadaan tercela.

Linia mengusulkan agar Pursena mendampingi Leo sebagai pengasuhnya. Ia berpendapat bahwa pengabdian sepenuh hati selama sepuluh tahun berikutnya bisa membuka jalan menuju pengampunan. Dengan dukungan Rudeus, Gyes menerima usulan itu. Pursena pun kembali ke Sharia bersama mereka dan kemudian ikut terlibat dalam pekerjaan organisasi tentara bayaran tersebut.

Tentara Bayaran dan Pembangunan Kembali Desa Superd

Linia dan Pursena tetap aktif dalam organisasi tentara bayaran pada peristiwa-peristiwa berikutnya. Dalam jilid terakhir novel ringan, setelah konflik penentuan di Kerajaan Biheiril, anggota Pasukan Tentara Bayaran Ruquag membantu membangun kembali Desa Superd di dekat Jurang Naga Bumi. Aisha mengoordinasikan upaya pembangunan tersebut, sedangkan Linia dan Pursena memimpin para tentara bayaran berdasarkan instruksinya. Keduanya, yang dahulu dikenal suka membuat onar di universitas, kini bertanggung jawab atas pekerjaan nyata bagi masyarakat yang sedang pulih dari konflik besar.

Liniana Dedoldia dalam Catatan Sejarah Masa Berikutnya

Sebuah dokumen sejarah di dalam dunia cerita yang dimuat dalam novel terakhir menyebut Liniana Dedoldia sebagai pemimpin Pasukan Tentara Bayaran Ruquag. Dokumen itu juga menggambarkannya sebagai pemimpin suku manusia binatangnya dan mencatat keyakinan bahwa ia pernah menjadi perantara antara Rudeus dan kaum manusia binatang. Peran sebagai perantara tersebut merupakan penilaian penyusun catatan sejarah, bukan peristiwa diplomatik yang dikisahkan secara terpisah.

Fakta cerita tambahan

Ketika Linia mengunjungi Ranoa sebagai pelayan, dua mahasiswa baru dari Hutan Besar mengenalinya dan terlihat jelas ketakutan kepadanya.

Reputasinya sebagai sosok yang menakutkan tetap bertahan setelah kelulusan, walaupun keadaan hidupnya sendiri sudah berubah drastis.

Anggota Perusahaan Tentara Bayaran Ruquag mengenakan mantel hitam berlambang tikus kuning. Aisha menerapkan gagasan seragam bersama atas usulan Nanahoshi.

Lambang tersebut memberi perusahaan identitas yang mudah dikenali dan berkaitan dengan nama Greyrat, sekaligus membantu membedakan anggotanya dari petarung bayaran biasa.

Daftar pustaka dalam dokumen sejarah fiktif di jilid terakhir mencantumkan karya Liniana Dedoldia berjudul Catatan Kegiatan Pasukan Tentara Bayaran Ruquag, bertanggal tahun 456.

Namanya tidak hanya tercantum dalam uraian tentang tokoh-tokoh berpengaruh di dokumen tersebut, tetapi juga dikreditkan sebagai penulis catatan organisasi dalam dunia cerita.

Pertanyaan dengan bocoran cerita

Apa yang terjadi pada Linia setelah lulus dari Ranoa?

Ia menjadi pedagang keliling, tertipu, dan terlilit utang besar. Setelah dijual sebagai budak, ia melarikan diri dan mendapat bantuan dari Eris. Rudeus kemudian menebus Linia dengan membayar para pedagang itu dan akhirnya membantunya mendapat pekerjaan dalam pengelolaan perusahaan tentara bayaran.

Apakah Linia menikah dengan Rudeus?

Tidak. Saat tinggal di rumah Rudeus, Linia sempat mempertimbangkan menjadi istri keempatnya, tetapi Rudeus menolak. Sebagai gantinya, Linia mulai berupaya melunasi utang melalui bisnis tentara bayaran.

Apa itu Pasukan Tentara Bayaran Ruquag?

Organisasi tentara bayaran ini didirikan atas prakarsa Rudeus dan dikembangkan oleh Linia serta Aisha. Linia merekrut anggota dan membantu memimpin para petarung, sementara Aisha menangani sebagian besar urusan bisnis dan pengelolaan organisasi. Perusahaan tersebut menerima tugas berbayar dan mendukung kegiatan Rudeus yang lebih luas.

Mengapa Pursena meninggalkan Desa Doldia bersama Linia?

Pursena kehilangan kedudukannya setelah memakan daging yang disimpan untuk persediaan darurat desa. Linia mengusulkan agar Pursena menjadi pengasuh Binatang Suci Leo dan mungkin memperoleh pengampunan melalui pengabdian selama sepuluh tahun. Gyes menerima usulan itu dengan dukungan Rudeus.

Apakah Linia muncul menjelang akhir novel ringan?

Ya. Dalam jilid 26, Linia dan Pursena memimpin tentara bayaran yang membantu membangun kembali Desa Superd. Dokumen sejarah dari masa berikutnya dalam dunia cerita juga menyebut Liniana sebagai pemimpin Pasukan Tentara Bayaran Ruquag.

Apakah Linia menjadi pemimpin kaum manusia binatang?

Dokumen sejarah retrospektif dalam novel terakhir menggambarkan Liniana sebagai pemimpin suku manusia binatangnya dan mengaitkannya dengan hubungan antara Rudeus dan kaum tersebut. Namun, peran sebagai perantara itu disajikan sebagai keyakinan dalam catatan sejarah, bukan sebagai pengangkatan jabatan atau misi diplomatik yang diceritakan secara tersendiri.

0pesan terkirim.

Tag

  • Kaum manusia binatang Doldia
  • Universitas Sihir Ranoa
  • Pursena Adoldia
  • Rudeus Greyrat
  • Kepribadian
  • Penampilan
  • Kemampuan sihir dan bertarung
  • Hubungan keluarga