Ghislaine Dedoldia – Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation
Fakta menarikBiografiCerita, kepribadian, dan semua hal di antaranya.Baca biografiTutup biografi
Ghislaine Dedoldiaギレーヌ・デドルディア
Raja Pedang dari ras manusia binatang, mantan petualang, serta pengawal pribadi dan guru ilmu pedang Eris Boreas Greyrat
Ghislaine Dedoldia adalah pendekar pedang perempuan dari ras manusia binatang dalam Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation dan ahli Aliran Dewa Pedang yang mengutamakan serangan agresif. Dengan peringkat bergengsi Raja Pedang, ia bekerja sebagai pengawal dan pelatih ilmu pedang Eris Boreas Greyrat, putri keluarga bangsawan Asura yang terkenal sulit diatur. Sebelum mengabdi kepada keluarga Boreas, Ghislaine berkelana sebagai anggota kelompok petualang Taring Serigala Hitam, yang dahulu juga beranggotakan Paul Greyrat.
Tubuhnya yang kekar, kecepatannya yang luar biasa, dan kemampuannya melancarkan Tebasan Cahaya menjadikannya lawan berbahaya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ia memiliki kelemahan yang tidak dapat diatasi dengan pedang. Ketika Rudeus Greyrat datang untuk menjadi guru Eris, Ghislaine pun menjadi muridnya.
Ia bertekad mempelajari baca tulis, berhitung, dan sihir yang sebelumnya tidak dikuasainya. Kesetiaannya yang begitu kuat kepada Eris dan keluarga yang menyelamatkannya dari kemiskinan menjadi inti kepribadiannya: ia jauh lebih nyaman menghadapi musuh dalam pertempuran daripada mengurus kerumitan kehidupan bermasyarakat.
Biografi
Dari Desa Doldia ke Tanah Suci Pedang
Ghislaine lahir dalam garis keturunan Dedoldia, bagian dari suku Doldia yang berasal dari ras manusia binatang dan tinggal di Hutan Besar. Sejak kecil, ia memiliki temperamen yang sulit dikendalikan dan kerap terlibat dalam kekerasan. Ia sering berkelahi dengan sesama anggota sukunya, termasuk kakak laki-lakinya, Gyes, dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan disiplin yang diharapkan keluarganya. Perilakunya akhirnya membuatnya meninggalkan desa dan menempuh jalan hidup yang jauh dari kampung halamannya.
Bakat fisiknya yang luar biasa menarik perhatian Gal Farion, seorang pendekar pedang yang menyadari bahwa sifat garangnya dapat diasah melalui latihan yang tepat. Di bawah bimbingannya di Tanah Suci Pedang, Ghislaine mengembangkan keahliannya dalam Aliran Dewa Pedang. Pada akhirnya ia meraih peringkat Raja Pedang dan membuktikan diri sebagai pendekar perempuan yang sangat terampil, meskipun menghadapi kesulitan dalam pelajaran akademis dan kebiasaan sosial sehari-hari.
Berpetualang Bersama Taring Serigala Hitam
Setelah menyelesaikan latihan ilmu pedang, Ghislaine menghabiskan bertahun-tahun mengembara sebagai petualang. Ia bergabung dengan kelompok Taring Serigala Hitam, yang juga beranggotakan Paul Greyrat, Zenith Greyrat, Elinalise Dragonroad, Talhand, dan Geese Nukadia. Petualangan mereka mempertemukannya dengan rekan-rekan yang memiliki bakat serta kepribadian sangat berbeda dari dirinya. Keahlian berpedangnya sangat berguna saat menghadapi bahaya; sementara itu, kehidupan bersama kelompok memberinya orang-orang yang bisa ia andalkan untuk urusan di luar pertempuran.
Hidupnya menjadi jauh lebih sulit setelah kelompok tersebut bubar. Walaupun sanggup mempertahankan diri dari musuh yang kuat, ketidakmampuannya membaca dengan baik atau mengelola uang membuatnya mudah dimanfaatkan orang yang tidak jujur. Berkali-kali ditipu, ia kehilangan harta dan akhirnya mengalami kelaparan serta kelelahan berat. Kemampuan bertarungnya yang luar biasa hampir tidak berguna untuk melindunginya dari penipuan yang bahkan tidak disadarinya.
Menemukan Rumah dalam Keluarga Boreas
Nasib Ghislaine berubah ketika Sauros Boreas Greyrat dan cucunya, Eris, menemukannya dalam keadaan sangat memprihatinkan. Keluarga Boreas memberinya makanan dan tempat tinggal. Sebagai balasan, Ghislaine setuju mengajari Eris ilmu pedang. Ia kemudian menjadi pengawal dan guru ilmu pedang di kediaman keluarga Boreas di Roa. Pekerjaan tetap itu memberinya tanggung jawab yang ia pahami dengan baik: melindungi bangsawan muda yang telah membantu menyelamatkan nyawanya.
Eris saat itu sudah terkenal karena sifatnya yang mudah marah dan penolakannya terhadap pelajaran biasa. Ghislaine memperlakukannya sebagai murid ilmu pedang, mengenali bakat alaminya, lalu memberinya latihan fisik berat untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Meskipun Eris terkadang sulit dikendalikan, ia menghormati kekuatan Ghislaine dan mau mengikuti arahannya. Hubungan mereka perlahan berkembang menjadi ikatan yang lebih pribadi daripada hubungan kerja biasa.
Kedatangan Rudeus di Roa
Ketika Paul Greyrat mengatur agar putranya, Rudeus, bekerja sebagai guru pribadi Eris, Ghislaine mengantar bocah itu ke Roa. Rudeus segera menyadari bahwa Eris adalah murid yang luar biasa sulit ditangani. Rencananya mendapatkan kerja sama Eris melalui penculikan pura-pura berubah menjadi benar-benar berbahaya ketika penjahat sungguhan ikut campur. Pada akhirnya, Ghislaine menyelamatkan Eris dan Rudeus dari para penculik, memperlihatkan ketepatan mematikan yang mendasari reputasinya sebagai Raja Pedang.
Diterimanya Rudeus sebagai guru melahirkan kerja sama pendidikan yang tidak biasa. Ghislaine mengajarinya ilmu pedang, sementara Rudeus mengajari Ghislaine dan Eris pelajaran umum serta dasar-dasar sihir. Ghislaine mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh demi mengatasi kekurangan yang begitu menyulitkannya setelah berpisah dari kelompok petualangnya. Kerja sama ini juga mendukung pendidikan Eris: guru pedang yang ia hormati bersedia duduk di sampingnya dan belajar dari guru muda yang sama.
Selama masa ini, Ghislaine menyeimbangkan latihan tempur yang keras dengan tugasnya sebagai pengawal. Ia tetap dekat dengan keluarga Boreas, terutama Eris, dan merasa bangga melihat kemajuan Eris di bawah bimbingan kedua gurunya. Bagi seseorang yang terbiasa mengembara tanpa kepastian keuangan, tahun-tahun di Roa memberinya tempat yang relatif aman di tengah orang-orang yang menghargai kemampuannya dan memercayakan keselamatan mereka kepadanya.
Kepribadian dan Motivasi
Ghislaine berbicara terus terang, percaya diri ketika menghadapi lawan secara fisik, dan terbiasa bertindak tanpa bertele-tele. Ia jarang menyamarkan pendapatnya melalui penjelasan yang panjang dan berbelit. Kecenderungannya mengandalkan kekuatan sangat menonjol sewaktu kecil, ketika ia berulang kali berkelahi dengan anggota sukunya sendiri. Setelah dewasa, disiplin latihan bela diri selama bertahun-tahun membuat agresivitasnya lebih terarah. Meski demikian, ia tetap jauh lebih nyaman bertindak daripada terlibat dalam pembicaraan yang rumit.
Kurangnya pendidikan formal merupakan kelemahan nyata bagi Ghislaine, bukan bukti bahwa ia tidak mampu belajar. Ia kesulitan membaca dan berhitung; sebelumnya, kekurangan itu membuatnya kehilangan uang dan kemandirian. Ketika Rudeus bersedia mengajarinya, Ghislaine dengan terbuka mengakui bahwa seorang anak mengetahui banyak hal yang tidak ia pahami. Ia belajar bersama Eris tanpa menggunakan prestasinya sebagai pendekar pedang untuk menutupi keterbatasan pengetahuannya.
Rasa terima kasih sangat memengaruhi perilaku Ghislaine. Sauros dan Eris membantunya ketika ia hampir mati kelaparan, sehingga ia menjalankan kewajibannya kepada keluarga Boreas dengan sungguh-sungguh. Sifat protektifnya paling terlihat ketika Eris terancam: ia siap menggunakan kekuatan mematikan terhadap penyerang, tetapi dalam keseharian ia juga banyak meluangkan waktu untuk melatih dan membantu gadis itu tumbuh dewasa.
Di balik penampilannya yang mengintimidasi, Ghislaine juga memiliki sisi canggung dan polos. Ia terkadang tidak yakin menghadapi hal-hal sehari-hari yang dianggap mudah oleh orang lain, tetapi hampir tidak pernah meragukan keterampilan pedangnya sendiri. Megumi Toyoguchi, pengisi suara Jepangnya, pernah menyoroti perpaduan antara kekuatan yang mengesankan dan kepolosan yang tidak terduga ini.
Penampilan
Ghislaine adalah perempuan bertubuh tinggi, berkulit gelap, dan sangat berotot dari ras manusia binatang. Di antara rambut abu-abunya yang panjang dan acak-acakan, tampak sepasang telinga menonjol yang menyerupai telinga kucing. Ia juga memiliki ekor hewan yang serasi. Otot-ototnya yang tegas serta banyak bekas luka pertempuran memperlihatkan hasil latihan fisik dan pengalaman bertarung selama bertahun-tahun.
Ia biasanya mengenakan penutup mata berwarna gelap di mata kanannya, menyembunyikan Mata Iblis dengan kemampuan khusus. Pakaiannya membiarkan sebagian besar tubuh bagian atasnya yang berotot tetap terlihat: atasan pendek, celana panjang, dan pakaian luar berwarna gelap dengan tepian bulu. Ia membawa pedang di sisinya, melengkapi penampilan yang mencerminkan kebutuhannya untuk bergerak bebas saat bertarung.
Fakta singkat
- Spesies
- Ras manusia binatang
- Suku
- Doldia
- Garis keturunan
- Dedoldia
- Daerah asal
- Hutan Besar
- Aliran pedang
- Aliran Dewa Pedang
- Tingkat keahlian pedang
- Raja Pedang
- Pekerjaan awal
- Pengawal dan pelatih ilmu pedang
- Kelompok petualang sebelumnya
- Taring Serigala Hitam
- Senjata utama
- Hiramune
- Pengisi suara bahasa Jepang
- Megumi Toyoguchi
Kemampuan
Penguasaan Aliran Dewa Pedang
Ghislaine telah mencapai peringkat Raja Pedang dalam Aliran Dewa Pedang, perguruan yang mengutamakan kecepatan, gerakan menyerang yang agresif, dan tebasan penentu. Keahliannya memungkinkan ia mengalahkan lawan bersenjata dengan ketepatan luar biasa serta mengajarkan teknik pedang tingkat lanjut kepada orang lain.
Keterbatasan: Penguasaannya atas aliran ofensif ini tidak menghapus bahaya dari teknik penangkal khusus, posisi yang merugikan, atau lawan dengan kemampuan yang mencegahnya memulai serangan.
Tebasan Cahaya
Ghislaine mampu melancarkan serangan berkecepatan tinggi yang menjadi ciri khas Aliran Dewa Pedang, lazim disebut Tebasan Cahaya (Sword of Light atau Longsword of Light). Dengan memadukan akselerasi luar biasa dan teknik pedang yang tepat, ia menghasilkan tebasan dahsyat sebelum banyak lawan sempat bereaksi.
Keterbatasan: Serangan ini dapat ditangkal secara tidak langsung dengan mengganggu pijakan penggunanya, mengacaukan awal tebasan, atau mengambil posisi yang menghalangi pelaksanaannya dengan benar. Teknik ini tidak selalu mustahil dihindari dalam segala situasi.
Mata Iblis Pendeteksi Mana
Di balik penutup mata kanannya, Ghislaine memiliki Mata Iblis yang mampu melihat mana beserta pergerakannya. Kemampuan itu memberinya informasi yang tidak dapat ditangkap oleh penglihatan biasa.
Keterbatasan: Mata ini mendeteksi energi sihir; bukan kemampuan melihat masa depan dan tidak memberinya pengetahuan tanpa batas tentang niat lawan.
Kekuatan Fisik dan Kecepatan
Tubuh Ghislaine yang kuat dan latihan fisik bertahun-tahun memberinya kekuatan, akselerasi, dan refleks yang luar biasa. Keunggulan ini terutama efektif bila dipadukan dengan serangan langsung Aliran Dewa Pedang.
Ketajaman Indra Ras Manusia Binatang
Warisan sebagai manusia binatang membuat pendengaran dan penciumannya sangat tajam. Indra tersebut membantunya mendeteksi gerakan, mengenali ancaman di sekitar, dan tetap waspada ketika melindungi orang lain.
Sihir Api Tingkat Dasar
Di bawah bimbingan Rudeus, Ghislaine mempelajari sihir api tingkat dasar. Pendidikan sihir ini menunjukkan bahwa ia dapat menguasai keterampilan di luar ilmu pedang, meskipun sebelumnya hanya memiliki sedikit pengalaman belajar secara formal.
Keterbatasan: Kemampuan menggunakan mantranya pada tingkat dasar masih jauh di bawah keterampilan pedangnya.
Pengajaran Ilmu Pedang
Ghislaine mengajarkan cara menggunakan pedang, dasar-dasar pertarungan, dan prinsip serangan Aliran Dewa Pedang. Pengajarannya berperan penting dalam perkembangan awal Eris dan turut meningkatkan kemampuan bela diri Rudeus.
Hubungan
Eris Boreas Greyrat
Murid sekaligus orang yang dilindungi
Eris adalah bangsawati muda yang diajari sekaligus dilindungi Ghislaine. Hubungan mereka bermula ketika keluarga Boreas menyelamatkan Ghislaine dan berkembang melalui latihan ilmu pedang selama bertahun-tahun, kebersamaan sehari-hari, serta rasa saling percaya.
Rudeus Greyrat
Guru pelajaran umum sekaligus murid ilmu pedang
Rudeus belajar ilmu pedang dari Ghislaine sambil mengajarinya membaca, berhitung, dan sihir tingkat dasar. Walaupun jauh lebih muda, ia mendapatkan rasa hormat Ghislaine berkat kesabaran dan pengetahuannya.
Gal Farion
Guru ilmu pedang
Gal melihat potensi Ghislaine dan melatihnya dalam Aliran Dewa Pedang. Bimbingannya mengantarkan Ghislaine meraih peringkat Raja Pedang.
Sauros Boreas Greyrat
Penolong dan pemberi kerja
Sauros membantu menyelamatkan Ghislaine saat ia jatuh miskin dan memberinya pekerjaan di kediaman keluarganya. Ghislaine membalasnya dengan rasa terima kasih dan kesetiaan yang bertahan lama.
Philip Boreas Greyrat
Pemberi kerja dan ayah dari orang yang dilindungi
Philip adalah ayah Eris sekaligus anggota keluarga yang mempekerjakan Ghislaine. Tanggung jawab pekerjaannya mencakup perlindungan terhadap putri Philip.
Paul Greyrat
Rekan petualang terdahulu
Paul dan Ghislaine pernah menjadi anggota Taring Serigala Hitam sebelum kelompok itu bubar. Hubungan mereka berperan dalam kedatangan putra Paul, Rudeus, ke kediaman Boreas.
Gyes Dedoldia
Kakak laki-laki
Gyes adalah kakak Ghislaine sekaligus kepala prajurit masyarakat Doldia. Hubungan mereka pada masa muda terusik oleh perilaku Ghislaine yang keras dan kepergiannya dari desa.
Linia Dedoldia
Keponakan perempuan
Linia adalah putri Gyes dan keponakan Ghislaine. Ia berasal dari keluarga Dedoldia yang berpengaruh di tengah masyarakat Doldia.
Fakta menarik
Pedang Ghislaine bernama Hiramune, sebilah pedang khas yang berkaitan dengan masa pelatihannya di bawah Gal Farion.
Hiramune merupakan bagian dari perlengkapan tempur Ghislaine yang sudah dikenal, bukan pedang biasa tanpa identitas. Senjata ini memberi ciri tersendiri pada gaya bertarungnya dan memiliki tempat dalam latar ilmu pedang serial tersebut.
Album musik resmi musim pertama anime ini memuat komposisi berjudul ギレーヌの誘導, yang berarti "Bimbingan Ghislaine", serta ギレーヌと二人きり, yang berarti "Berdua Saja dengan Ghislaine".
Kedua judul tersebut secara khusus menyebut nama Ghislaine, menunjukkan bahwa adegan-adegannya mendapatkan penggarapan musik yang dapat dikenali dalam produksi anime.
Megumi Toyoguchi, pengisi suara Jepang Ghislaine, secara khusus mengomentari kepolosan tak terduga yang ia temukan di balik penampilan karakter tersebut yang menakutkan.
Pengamatannya memberi wawasan langsung tentang penggambaran Ghislaine melalui akting suara, ketika kepercayaan dirinya dalam pertempuran berlawanan dengan sikapnya yang lebih canggung dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan umum
Siapa Ghislaine Dedoldia dalam Mushoku Tensei?
Ghislaine Dedoldia adalah Raja Pedang dari ras manusia binatang dan mantan anggota Taring Serigala Hitam. Ia bekerja untuk keluarga Boreas Greyrat sebagai pengawal dan pelatih ilmu pedang Eris.
Seberapa kuat Ghislaine Dedoldia?
Ghislaine memiliki peringkat Raja Pedang dalam Aliran Dewa Pedang. Ia dapat menggunakan Tebasan Cahaya yang sangat cepat dan memiliki kekuatan fisik, kecepatan, serta pengalaman bertarung yang tinggi. Ia adalah pendekar pedang yang tangguh, tetapi peringkatnya tidak menjadikannya Dewa Pedang.
Mengapa Ghislaine memakai penutup mata?
Penutup mata itu menyembunyikan Mata Iblis di mata kanannya yang memungkinkannya melihat mana. Ia dapat membuka penutup tersebut ketika membutuhkan penglihatan khusus itu.
Siapa yang mengajari Ghislaine ilmu pedang?
Ghislaine dilatih Gal Farion, sang Dewa Pedang. Ia mengasah kemampuannya di Tanah Suci Pedang dan memperoleh peringkat Raja Pedang.
Mengapa Ghislaine menghormati Rudeus?
Rudeus mengajarinya berbagai hal yang dahulu sulit ia kuasai, termasuk membaca, berhitung, dan dasar-dasar sihir. Ghislaine menghargai kesediaannya membantu ia berkembang dan sebagai balasan mengajari Rudeus ilmu pedang.
Apakah Ghislaine berkerabat dengan Linia Dedoldia?
Ya. Linia adalah keponakan Ghislaine. Gyes, kakak laki-laki Ghislaine, merupakan ayah Linia.
Siapa pengisi suara Jepang Ghislaine Dedoldia?
Megumi Toyoguchi mengisi suara Ghislaine dalam adaptasi anime berbahasa Jepang Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation.
Bagian berikut mengandung spoiler besar cerita.
Bencana Teleportasi Fittoa
Kehidupan Ghislaine bersama keluarga Boreas berakhir mendadak ketika Wilayah Fittoa dilanda bencana teleportasi besar. Ia terpisah dari Rudeus dan Eris lalu terteleportasi ke Zona Konflik di Benua Tengah. Bencana itu membuatnya terdampar jauh dari rumah, tanpa mengetahui nasib orang-orang yang seharusnya ia lindungi.
Kemunculannya yang tiba-tiba di Hutan Ejin yang berbahaya mempertemukannya dengan tentara bayaran dari Negara Tentara Bayaran Markien yang baru didirikan. Ghislaine membantu para prajurit bertahan hidup dan terlibat dalam perjuangan putus asa mereka melawan kekuatan-kekuatan tetangga yang mengancam negara tersebut. Campur tangannya berkontribusi pada pembalikan keadaan militer yang luar biasa. Tanpa sepengetahuannya, tindakannya itu kelak melahirkan legenda tentang seorang pejuang misterius bernama Laine, sang Dewi Hutan.
Ghislaine akhirnya melakukan perjalanan kembali menuju Fittoa, tetapi di sepanjang jalan ia menemukan kenyataan yang menghancurkan. Philip dan Hilda Boreas Greyrat rupanya juga terteleportasi ke Zona Konflik dan telah dibunuh. Ghislaine menemukan jasad mereka, menguburkannya, lalu membunuh orang-orang yang bertanggung jawab. Meski sangat kuat, ia tiba terlalu terlambat untuk menyelamatkan orang tua Eris.
Setelah kembali ke wilayah Fittoa yang porak-poranda, Ghislaine membantu menangani dampak bencana sambil menanti kabar tentang Eris dan Rudeus. Ketika keduanya akhirnya pulang dari perjalanan melintasi Benua Iblis, ia mengetahui bahwa mereka selamat. Namun, reuni itu dibayangi berita duka tentang keluarga Eris: Philip dan Hilda telah meninggal, sedangkan Sauros dieksekusi setelah dijadikan pihak yang bertanggung jawab secara politik atas bencana tersebut. Ghislaine kini harus menghadapi kehancuran keluarga yang dahulu memberinya tempat tinggal.
Kembali ke Tanah Suci Pedang Bersama Eris
Setelah kembali ke Fittoa, Eris memutuskan bahwa dirinya harus menjadi jauh lebih kuat, terutama setelah menyaksikan kekuatan Dewa Naga Orsted yang begitu luar biasa. Ia meninggalkan Rudeus dan berangkat ke Tanah Suci Pedang dengan ditemani Ghislaine. Perjalanan itu membawa Ghislaine kembali ke tempat ia dahulu berlatih dan memperoleh peringkat Raja Pedang.
Di Tanah Suci Pedang, Eris menjadi murid Gal Farion. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan ilmu pedang, melainkan mempersiapkan diri menghadapi lawan yang kemampuannya mencakup lebih dari Aliran Dewa Pedang semata. Ghislaine tetap terlibat dalam pelatihannya, memperhatikan kemajuannya, dan mempertanyakan metode Gal jika dinilainya tidak memadai. Pendekatan Gal kemudian mencakup ajaran dari tradisi ilmu pedang lain, termasuk Aliran Dewa Utara.
Selama tahun-tahun itu, Ghislaine menyaksikan Eris berkembang dari gadis berbakat tetapi impulsif menjadi pendekar pedang perempuan yang semakin mahir. Ia tetap ingin melindungi mantan anak asuhnya itu, tetapi latihan Eris lambat laun mempersiapkannya bertarung bersama para pejuang berpengalaman, bukan terus-menerus bergantung pada perlindungan mereka.
Bertemu Kembali dengan Rudeus dan Memilih Balas Dendam
Saat Rudeus bersiap menghadapi Orsted, Eris mendapat kabar tentang bahaya itu lalu meninggalkan Tanah Suci Pedang bersama Ghislaine. Ketika tiba, mereka mengetahui bahwa Rudeus sudah berangkat untuk melawan Dewa Naga. Eris segera menyusul ke lokasi pertarungan dan turun tangan membantu Rudeus. Menjelang akhir pertemuan tersebut, Ghislaine membantu merawat Rudeus yang mengalami luka parah.
Setelah pertempuran, Rudeus dan Eris berdamai dan memutuskan untuk menikah. Ghislaine menganggap tanggung jawabnya selama bertahun-tahun untuk melindungi Eris pada dasarnya telah selesai. Karena Eris tidak lagi bergantung pada perlindungannya sebagai pengawal, Ghislaine mengalihkan perhatiannya kepada eksekusi Sauros dan menyatakan niat untuk mengejar pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Alih-alih mendorong Ghislaine menantang kelompok politik Asura yang kuat seorang diri, Rudeus mengusulkan jalan yang lebih realistis. Ghislaine dapat bekerja sama dengan Putri Ariel Anemoi Asura, yang perjuangannya merebut takhta membuatnya berhadapan dengan sejumlah tokoh yang juga menjadi musuh Ghislaine. Kerja sama ini membuka jalan baginya untuk menuntut balas sambil menyumbangkan keahliannya pada perjuangan politik dan militer yang lebih besar.
Pertempuran Memperebutkan Takhta Asura
Ghislaine bergabung dengan pasukan yang mendukung klaim Ariel atas takhta Kerajaan Asura. Perjuangan itu mempertemukannya dengan prajurit dan pendekar pedang tangguh yang dipekerjakan lawan-lawan politik Ariel. Di antara mereka terdapat para pendekar Aliran Dewa Utara, yang tidak segan memakai taktik tidak lazim sehingga sangat berbahaya bagi petarung yang lebih mengandalkan serangan langsung.
Dalam sebuah penyergapan, Ghislaine bertarung melawan Raja Utara Wii Taa. Zirahnya yang dipoles mengilap memantulkan sinar matahari ke mata Ghislaine, sehingga ia sulit melancarkan serangan dengan baik. Rudeus campur tangan menggunakan sihir untuk meniadakan taktik tersebut, memungkinkan Ghislaine kembali menekan lawannya. Pertemuan itu menunjukkan bagaimana musuh yang sangat terampil dapat memanfaatkan keadaan untuk mengganggu kemampuan seorang Raja Pedang sekalipun.
Perebutan takhta kembali mencapai titik kritis ketika Dewa Air Reida Reia turun tangan untuk melindungi Darius Silva Ganius. Teknik pedangnya mengancam semua orang dalam jangkauannya, sehingga Ghislaine, Eris, Rudeus, dan para sekutu Ariel tidak dapat bergerak bebas. Kedatangan Orsted mengakhiri bahaya langsung tersebut ketika ia membunuh Reida, sehingga yang lain dapat mengejar Darius dan pelindungnya yang tersisa.
Darius mencoba melarikan diri dengan bantuan Kaisar Utara Auber Corvette. Ghislaine, Eris, dan Rudeus mengejar mereka, tetapi Auber terbukti sulit dikalahkan. Senjata tersembunyi dan gerakannya yang penuh tipuan mengakibatkan luka serius pada Rudeus dan Eris. Ghislaine juga melukai Auber, meski awalnya ia mampu menghindari kekalahan telak dengan mengatur jarak serta waktu serangan mereka.
Pada akhirnya, Rudeus mengganggu gerakan Auber dengan serangan Meriam Batu yang menimbulkan ledakan. Eris memanfaatkan celah itu untuk melancarkan Tebasan Cahaya dan menghancurkan sebagian besar pertahanan yang masih dimiliki Auber. Ghislaine kemudian menyerang dengan Tebasan Cahaya yang dilancarkan secara sempurna dan memberikan tebasan mematikan. Bersama-sama, mantan guru dan muridnya itu akhirnya mengalahkan sang Kaisar Utara.
Setelah Auber tewas, Darius tidak lagi memiliki perlindungan. Ghislaine menghampiri sang menteri dan mengeksekusinya dengan pedang. Kematian Darius menuntaskan balas dendam yang dikejarnya sejak mengetahui eksekusi Sauros. Konflik politik ini memberinya kesempatan menghadapi langsung seorang tokoh berkuasa yang tindakannya telah menghancurkan orang yang dahulu menjadi penolongnya.
Tugas Baru di Kerajaan Asura
Setelah Ariel berhasil menduduki takhta, Ghislaine tetap tinggal di Kerajaan Asura sebagai pengawal kerajaan. Kedudukannya tidak lagi semata-mata terkait dengan Eris atau nasib keluarga Boreas. Ia terus berperan melindungi ratu baru beserta istana, dengan memanfaatkan pengalaman yang diperolehnya dari pengabdian dan petualangan sebelumnya.
Sebelum Ghislaine dan Eris benar-benar berpisah jalan, keduanya menjalani satu latihan tanding terakhir. Kemampuan Eris telah berkembang pesat dibandingkan saat Ghislaine pertama kali mengajarinya di Roa. Pertarungan latihan tersebut menutup hubungan resmi mereka sebagai guru dan murid, tanpa menghapus rasa hormat dan kasih sayang yang tumbuh selama bertahun-tahun.
Konflik Terakhir dan Rekan Petualang Lama
Ghislaine kemudian kembali ke medan perang dalam perjuangan terakhir melawan pasukan yang dikumpulkan Geese Nukadia. Di Kerajaan Biheiril, ia bertempur bersama para sekutu Rudeus, termasuk Eris dan Ruijerd Superdia. Pengalamannya tetap sangat berharga dalam menghadapi musuh-musuh kuat yang ikut dalam konflik tersebut.
Kampanye itu juga memaksa Ghislaine menghadapi nasib Geese, salah satu rekannya dari Taring Serigala Hitam. Seusai kekalahannya, Geese yang terluka parah dan sekarat berbicara dengan beberapa kenalan lamanya. Ghislaine maju dan bertukar salam perpisahan singkat dengannya sambil menyebut Paul, rekan mereka yang telah meninggal. Walaupun Geese pernah melawan Rudeus, kematiannya tetap berarti hilangnya seseorang yang pernah berbagi masa penting dalam kehidupan Ghislaine.
Ghislaine selamat dari pertempuran tersebut. Seusai konflik, ia bersiap kembali ke Asura bersama para kesatria kerajaan lainnya, alih-alih menetap selamanya di rumah Rudeus. Kisahnya dalam cerita utama berakhir dengan Ghislaine tetap hidup dan masih memikul tanggung jawab di luar petualangan yang dahulu mempertemukannya dengan keluarga Greyrat.
Anjing Pemburu Raja dan Kepulangan Ghislaine
Dalam pengabdiannya kepada keluarga kerajaan Asura pada masa berikutnya, Ghislaine menjadi salah satu dari Tujuh Kesatria Asura. Ia menyandang gelar Anjing Pemburu Raja (King’s Hound) dan tergabung dalam kelompok yang menjalankan tugas penyerangan. Kedudukannya di bawah Ratu Ariel sangat berbeda dari masa lalunya sebagai petualang pengembara yang kesulitan mengelola uang dan bertahan hidup tanpa perlindungan kelompoknya.
Ghislaine juga mendapat kisah tersendiri dalam Mushoku Tensei: Redundant Reincarnation Jilid 1. Bab baru yang ditulis khusus untuk edisi tersebut, berjudul The Woman Once Called a Mad Dog dalam terjemahan bahasa Inggris, mengisahkan kepulangannya ke desa yang telah lama ia tinggalkan. Alih-alih berfokus pada tantangan ilmu pedang yang baru, kisah itu mempertemukannya kembali dengan masa lalunya yang sulit di tengah masyarakat Doldia.
Kepulangannya memperbarui hubungan dengan kakak laki-lakinya, Gyes, yang masih menyimpan kenangan pahit tentang bahaya yang pernah ditimbulkan Ghislaine bagi desa pada masa kecilnya. Namun, Ghislaine kini telah diakui sebagai Raja Pedang dan menjadi pengawal kerajaan. Kepulangannya memberi kesempatan kepada kedua saudara itu untuk menghadapi sejarah mereka dan mengakui betapa banyak hal telah berubah sejak kepergiannya.
Kisah Ghislaine yang sudah diterbitkan berlanjut jauh melampaui pembalasan dendamnya untuk Sauros. Ia selamat dari cerita utama, melanjutkan tugasnya di Asura, dan kembali ke kampung halaman leluhurnya dalam kelanjutan cerita terbitan. Kariernya sebagai pendekar pedang tetap menjadi bagian utama identitasnya, tetapi materi cerita yang lebih baru juga membahas keluarga serta komunitas yang dahulu terpisah darinya akibat pilihan jalan hidup tersebut.
Fakta cerita tambahan
Jilid kedua novel ringan memuat cerita sampingan berjudul The Forest Goddess (Dewi Hutan), yang mengisahkan bagaimana tindakan Ghislaine setelah bencana Fittoa pada akhirnya menginspirasi legenda Laine, dewi pelindung Negara Tentara Bayaran Markien. Legenda itu bertahan lama setelah pertempuran, tanpa Ghislaine menyadari bahwa dialah inspirasinya.
Kisah ini memberi Ghislaine warisan tak terduga yang melampaui orang-orang yang dikenalnya secara pribadi. Sebuah peristiwa militer yang dialaminya ketika berusaha pulang menjadi bagian dari cerita rakyat negara lain.
Mushoku Tensei: Redundant Reincarnation Jilid 1 yang diterbitkan memuat kisah baru tentang Ghislaine berjudul かつて狂犬と呼ばれた女 (Perempuan yang Pernah Dijuluki Anjing Gila), mengenai kepulangannya ke desa asal.
Materi ini ditambahkan untuk kelanjutan cerita versi terbitan, memberikan kisah tambahan yang berfokus pada Ghislaine di luar bagian yang bersesuaian dalam serial web sebelumnya.
Pertanyaan dengan bocoran cerita
Apakah Ghislaine Dedoldia meninggal dalam Mushoku Tensei?
Tidak. Ghislaine selamat dari konflik perebutan takhta Asura dan pertempuran terakhir di Kerajaan Biheiril. Ia juga muncul dalam kelanjutan cerita terbitan Redundant Reincarnation, yang memuat kisah kepulangannya ke desa Doldia.
Ke mana Ghislaine terteleportasi selama bencana Fittoa?
Ghislaine dipindahkan ke Zona Konflik di Benua Tengah. Cerita sampingan The Forest Goddess (Dewi Hutan) dalam novel ringan jilid kedua mengisahkan keterlibatannya dengan para prajurit Negara Tentara Bayaran Markien sebelum kembali menuju Fittoa.
Apa yang dilakukan Ghislaine setelah bertemu lagi dengan Eris?
Setelah mengetahui kehancuran keluarga Boreas, Ghislaine menemani Eris ke Tanah Suci Pedang. Di sana Eris berlatih di bawah Gal Farion, sementara Ghislaine terus menjaganya dan membantunya bersiap menghadapi lawan yang kuat.
Mengapa Ghislaine bergabung dengan Putri Ariel?
Ghislaine ingin membalas dendam kepada orang-orang yang bertanggung jawab atas eksekusi Sauros Boreas Greyrat. Dengan mendukung Ariel, ia mendapat kesempatan menghadapi musuh-musuh politik itu sekaligus menyumbangkan keahliannya sebagai petarung berpengalaman dalam perjuangan sang putri.
Siapa yang membunuh Auber Corvette dalam Mushoku Tensei?
Ghislaine memberikan tebasan mematikan menggunakan Tebasan Cahaya. Eris dan Rudeus membantu menciptakan celah agar ia bisa menyerang, sehingga kekalahan Auber merupakan hasil kerja sama mereka, bukan kemenangan Ghislaine seorang diri.
Apakah Ghislaine membalaskan dendam Sauros Boreas Greyrat?
Ya. Dalam konflik perebutan takhta Kerajaan Asura, Ghislaine sendiri mengeksekusi Darius Silva Ganius setelah ia, Eris, dan Rudeus mengalahkan pengawalnya, Auber Corvette. Darius terlibat dalam tindakan politik yang berujung pada eksekusi Sauros.
Apakah Eris menjadi lebih kuat daripada Ghislaine?
Eris tumbuh menjadi pendekar pedang perempuan yang sangat terampil selama bertahun-tahun berlatih di Tanah Suci Pedang. Pertarungan latihan terakhirnya dengan Ghislaine kelak menandai berakhirnya hubungan resmi mereka sebagai guru dan murid. Keahlian masing-masing tidak seharusnya disederhanakan menjadi klaim bahwa salah satunya pasti mengalahkan yang lain dalam setiap situasi.
Apa yang terjadi pada Ghislaine setelah Ariel menjadi ratu?
Ghislaine terus mengabdi kepada monarki Asura dan menjadi salah satu Tujuh Kesatria Asura dengan gelar Anjing Pemburu Raja (King’s Hound). Kemudian ia ikut serta dalam konflik Biheiril dan selamat untuk kembali ke Asura.
Apakah Ghislaine kembali ke desa Doldia?
Ya. Jilid pertama Mushoku Tensei: Redundant Reincarnation memuat kisah baru tentang kepulangan Ghislaine ke desa asal leluhurnya. Kisah tersebut mengangkat kembali masa lalu keluarganya yang rumit serta hubungannya dengan masyarakat yang pernah ia tinggalkan.
Tag
Gambar dan Ilustrasi Ghislaine Dedoldia
Jelajahi ilustrasi Ghislaine Dedoldia dari Mushoku Tensei, ahli Aliran Dewa Pedang yang tangguh sekaligus guru ilmu pedang Eris.























