Chat · Hina Sorasaki

  1. menyisihkan setumpuk laporan insiden ...Kamu datang jauh-jauh ke kantor Prefect Team? Biasanya orang justru menghindari tempat ini. Kalau mau melaporkan masalah, ceritakan persis apa yang terjadi. Kalau bukan... yah, kurasa aku bisa meluangkan satu menit. Ada yang ingin kamu sampaikan?

Hina Sorasaki — Profil Karakter Blue Archive

Fakta menarikBiografiCerita, kepribadian, dan semua hal di antaranya.Baca biografiTutup biografi
Blue Archive

Hina Sorasaki空崎ヒナ

Siswi tahun ketiga Akademi Gehenna dan ketua Prefect Team

Hina Sorasaki adalah siswi tahun ketiga yang memimpin Prefect Team di Akademi Gehenna dalam Blue Archive. Di sekolah yang terkenal kacau, ia menganggap penegakan peraturan sebagai tanggung jawab serius, meski hampir semua urusan ia keluhkan sebagai sesuatu yang merepotkan. Penilaiannya yang tenang dan senapan mesinnya yang tangguh membuat lawan gentar.

Namun, di luar medan tempur, Hina hanyalah siswi yang kelelahan, mendambakan ketenangan, dan terkadang canggung saat Sensei menunjukkan perhatian pribadi kepadanya.

Biografi

Menjaga Ketertiban di Gehenna

Di Akademi Gehenna, kekacauan merupakan masalah sehari-hari, dan Hina bertanggung jawab atas upaya Prefect Team untuk mengendalikannya. Ia mungkin menyebut tugas itu merepotkan, tetapi ia menanggapi pelanggaran dengan serius dan segera mengambil keputusan ketika pertikaian mulai berbahaya. Wewenangnya bukan hanya untuk menindak siswa lain; ia juga wajib mempertanggungjawabkan tindakan para anggota timnya sendiri.

Ako, administrator senior tim tersebut, bekerja langsung di bawah Hina; Iori dan Chinatsu juga merupakan anggota yang berada di bawah komandonya. Urusan politik dewan siswa Gehenna ditangani oleh Pandemonium Society, sebuah perbedaan kewenangan yang ditegaskan Hina ketika operasi Prefect Team melampaui batas.

Pertemuan di Luar Gehenna

Perbedaan itu menjadi penting ketika Ako mengerahkan pasukan Prefect Team ke Abydos untuk mengejar Problem Solver 68. Setibanya di sana, Hina mendapati operasi tersebut telah melibatkan Schale dan Foreclosure Task Force Abydos, sementara sasaran awalnya sudah pergi. Ia menegur Ako, memerintahkan pasukannya mundur, dan secara resmi meminta maaf kepada para siswi Abydos karena telah memasuki wilayah mereka tanpa izin.

Sebelum pergi, Hina secara pribadi memperingatkan Sensei bahwa Kaiser Corporation mungkin sedang melakukan kegiatan mencurigakan di gurun Abydos. Peringatan dan keputusannya untuk menarik pasukan menunjukkan kemampuannya membedakan ancaman nyata dari unjuk kekuatan yang tidak perlu.

Hina Sorasaki
Hina Sorasaki
Hina Sorasaki
Hina Sorasaki

Keinginan Sederhana di Balik Kesibukan

Tidur dan beristirahat termasuk hobi Hina, keinginan sederhana bagi seseorang yang terus terseret ke dalam berbagai keadaan darurat di Gehenna. Ia tidak sabar menghadapi masalah yang sebenarnya bisa dihindari, tetapi kedisiplinannya bukan sekadar sikap keras: ia bersedia mengoreksi kesalahan pihaknya sendiri dan berbicara terus terang kepada Sensei jika merasa sebuah peringatan penting untuk disampaikan.

Hina Sorasaki
Hina Sorasaki
Hina Sorasaki
Hina Sorasaki

Kepribadian dan Motivasi

Hina berbicara singkat, jeli mengamati keadaan, dan cepat membedakan bahaya sungguhan dari kerumitan yang tidak perlu. Ia mengeluhkan pekerjaannya, lalu tetap mengerjakannya. Saat menghadapi pertikaian, ia tidak membuang waktu untuk unjuk diri: ia memastikan apa yang terjadi, memberikan perintah, dan mengharapkan perintah itu dipatuhi.

Standar kedisiplinannya juga berlaku bagi Prefect Team sendiri. Saat Ako melampaui kewenangan di Abydos, Hina memerintahkan penarikan pasukan dan meminta maaf kepada para siswa yang terdampak, alih-alih membela pengerahan tanpa izin hanya karena dilakukan atas nama Gehenna.

Di hadapan Sensei, Hina terkadang bisa lebih terbuka, meskipun perhatian dan pujian yang disampaikan secara langsung kerap membuatnya kehilangan kata-kata. Sikap tenangnya membuat jerih payah pribadinya mudah luput dari perhatian; percakapan mereka memberinya ruang untuk mengakui usaha tersebut tanpa meninggalkan tanggung jawabnya.

Penampilan

Hina memiliki rambut panjang terurai berwarna putih keperakan, mata ungu, sepasang tanduk kecil berwarna gelap, dan sayap menyerupai sayap kelelawar. Halo bersudut berwarna ungu kehitaman melayang di atas kepalanya. Tubuhnya yang mungil sangat kontras dengan senjata besar yang dibawanya.

Pakaian standar Gehenna yang dikenakannya berupa seragam akademi gelap bergaya militer dengan hiasan emas, rok pendek, mantel luar, serta stoking panjang dan sepatu bot berwarna gelap. Versi resmi lain dalam gim menampilkannya dengan pakaian liburan pantai dan busana pesta formal Gehenna, tetapi tanduk, sayap, rambut, dan halonya tetap mudah dikenali.

Fakta singkat

Sekolah
Akademi Gehenna
Tingkat
Tahun ketiga
Usia
17
Ulang tahun
19 Februari
Tinggi badan
142 cm
Organisasi
Prefect Team
Jabatan
Ketua Prefect Team
Hobi
Tidur dan beristirahat
Senjata khas
Destroyer of Denouement (senapan mesin)
Pengisi suara bahasa Jepang
Ryo Hirohashi

Kemampuan

Pertempuran dengan Senapan Mesin

Hina menggunakan senapan mesin serbaguna berukuran besar bernama Destroyer of Denouement. Dalam mekanisme permainan, senjata dan keterampilannya menonjolkan tembakan ofensif yang menyapu area luas; dalam cerita, reputasi kemampuan bertarungnya membuat para lawan enggan menghadapinya secara langsung.

Komando Medan Tempur

Ia cepat menilai situasi pertikaian, memberikan perintah jelas kepada anggota Prefect Team, dan mampu menghentikan bentrokan yang tidak perlu lewat kewenangannya, bukan kekuatan senjata. Keputusannya menarik pasukan dari Abydos merupakan contoh nyata.

Penilaian dalam Penegakan Disiplin

Hina membedakan tugas penegakan aturan di Gehenna dari politik dewan siswanya. Ia menegur operasi bawahannya yang melampaui kewenangan dan menerima tanggung jawab atas pelanggaran wilayah yang terjadi.

Keterbatasan: Wewenang resminya mencakup operasi Prefect Team, bukan setiap keputusan politik di Gehenna.

Hubungan

Ako Amau

Administrator senior sekaligus bawahan

Ako sangat berdedikasi kepada Prefect Team dan Hina, tetapi Hina tidak ragu menegurnya dengan tegas ketika semangatnya membuat sebuah operasi melampaui batas yang semestinya.

Iori Shiromi

Bawahan di Prefect Team

Iori menjalankan operasi Prefect Team di bawah komando Hina, termasuk ketika Hina memerintahkan pasukan berhenti meskipun Iori menyampaikan keberatan.

Chinatsu Hinomiya

Bawahan di Prefect Team

Chinatsu bertugas di Prefect Team dan mengikuti perintah Hina saat pertemuan mereka di Abydos.

Sensei

Penasihat Schale dan orang dewasa yang dipercaya

Hina menunjukkan keterusterangan kepada Sensei yang jarang ia perlihatkan di depan umum. Ia berbagi informasi dan menerima bantuan Sensei, meskipun terkadang kesulitan menanggapi perhatian yang begitu terbuka.

Makoto Hanuma

Pemimpin dewan siswa Gehenna dan lawan politik

Makoto memimpin Pandemonium Society, organisasi yang terpisah dari Prefect Team. Hina tidak memercayai penilaiannya dan sering harus menghadapi dampak politik internal Gehenna.

Takanashi Hoshino

Siswi Abydos yang dikenal Hina melalui pekerjaan intelijen

Hina mengenali Hoshino dari pekerjaan intelijen yang ia jalani sebelum memimpin Prefect Team. Sebaliknya, Hoshino tidak langsung mengenali Hina. Pertemuan awal mereka berakhir ketika Hina menghentikan operasi tanpa izin di Abydos.

Fakta menarik

Nama Jepangnya secara resmi ditulis 空崎ヒナ, dengan nama keluarga dalam kanji dan nama depan dalam katakana.

Ejaan asli tersebut berguna untuk membedakan nama yang terverifikasi dari penulisan “Hina” menggunakan kanji tidak resmi.

Dalam acara pesta Gehenna, pemain dapat menjelajahi berbagai lokasi dari sudut pandang Hina, bukan hanya melihatnya sebagai anggota tim tempur seperti biasanya.

Perubahan sudut pandang itu memberi kesempatan langka untuk melihat langsung gangguan dan tanggung jawab yang membentuk kesehariannya.

Sistem eksplorasi lapangan pada acara tersebut mencatat tingkat Kemahiran Piano Hina menjelang pesta.

Hal itu menjadikan latihan dan usaha pribadinya, bukan hanya statistik tempur, bagian dari pengalaman bermain yang berfokus padanya.

Pembaruan pesta dari NEXON menambahkan interaksi khusus yang memungkinkan Hina (Dress) memainkan piano grand yang ditempatkan di kafe dalam gim.

Detail presentasi tersebut menghubungkan versi berbusana formalnya dengan musik yang menjadi inti cerita acara tersebut.

Pertanyaan umum

Siapa Hina Sorasaki dalam Blue Archive?

Ia siswi tahun ketiga Akademi Gehenna sekaligus ketua Prefect Team, kelompok yang bertanggung jawab menjaga kedisiplinan di sekolah.

Berapa usia Hina Sorasaki?

Profil resminya mencantumkan usia 17 tahun.

Kapan ulang tahun Hina Sorasaki?

Tanggal 19 Februari.

Berapa tinggi Hina?

Tinggi badan Hina tercatat 142 sentimeter.

Apakah Hina ketua dewan siswa Gehenna?

Bukan. Ia memimpin Prefect Team, sedangkan Makoto memimpin Pandemonium Society, dewan siswa Gehenna yang merupakan organisasi terpisah.

Senjata apa yang digunakan Hina?

Senjata khasnya adalah senapan mesin bernama Destroyer of Denouement.

Mengapa Hina tampak begitu lelah?

Masalah kedisiplinan yang terus terjadi di Gehenna menyita banyak waktunya. Hina sering menyebut pekerjaan itu merepotkan, tetapi tetap menanganinya dengan tekun; hobi yang ia akui adalah tidur dan beristirahat.

Apakah Hina memiliki versi berbusana pesta?

Ya. Hina (Dress) tampil dalam kisah yang berkaitan dengan pesta Gehenna, lengkap dengan alur latihan piano dan pakaian formal yang berbeda.

Bagian berikut mengandung spoiler besar cerita.

Informasi yang Sudah Diketahui Hina

Pertemuan Hina dengan para siswi Abydos bukan kali pertama ia mengetahui keberadaan Takanashi Hoshino. Saat bertugas di Komite Intelijen Gehenna, ia memantau para siswa terkemuka di luar wilayahnya sendiri dan secara khusus memperhatikan Hoshino. Ia mengenali Hoshino pada pertemuan pertama yang diperlihatkan dalam cerita, terkejut melihat betapa berbedanya Hoshino saat itu, dan kemudian menyampaikan peringatan tentang aktivitas Kaiser Corporation kepada Sensei.

Perjanjian Eden: Kesempatan untuk Lepas dari Beban

Dalam alur Perjanjian Eden, Hina termasuk pihak yang mendorong Gehenna menerima perjanjian damai dengan Trinity. Berbeda dari mereka yang terutama memandang perjanjian itu sebagai sarana memperkuat militer, ia berharap struktur bersama yang diusulkan akan membuat Gehenna lebih tenang dan mengurangi kebutuhan akan campur tangannya yang tidak ada habisnya. Diam-diam ia mempertimbangkan untuk mengundurkan diri jika perdamaian akhirnya terwujud.

Bencana pada Upacara Penandatanganan

Upacara penandatanganan Perjanjian Eden berubah menjadi jebakan ketika Arius melancarkan serangan dahsyat. Hina terluka parah akibat ledakan, tetapi tetap berdiri, melawan penyerang Arius, dan berusaha mencapai Sensei. Sementara itu, Makoto merayakan apa yang ia yakini sebagai tersingkirnya para pemimpin Trinity sekaligus Hina. Ia diam-diam telah bekerja sama dengan Arius tanpa memahami bahwa Arius juga memusuhi Gehenna.

Luka-luka Hina akhirnya membuatnya tidak sanggup melanjutkan pelarian. Ketika Saori bersiap menyerang Sensei, Hina kembali bangkit untuk menghalanginya, dan Sena tiba dengan ambulans untuk mengevakuasi mereka. Hina memang selamat, tetapi pengalaman itu mendorongnya melewati batas daya tahan yang biasanya ia tuntut dari dirinya sendiri.

Pengakuan di Balik Sikap Tegar

Sesudah serangan itu, Hina menarik diri dan mengatakan kepada Sensei bahwa ia terlalu kelelahan untuk bertarung dan ingin pensiun. Alih-alih memerintahkannya kembali, Sensei berterima kasih atas semua yang telah ia lakukan. Hina mengakui betapa ia mendambakan seseorang menghargai usahanya dan menjelaskan kekagumannya kepada Hoshino, yang terus melindungi Abydos meski telah kehilangan begitu banyak hal. Ia kemudian menjelaskan bahwa pernyataannya tentang pensiun saat itu juga sebagian merupakan permohonan agar, untuk sekali saja, ia boleh bersandar pada orang lain.

Hina kembali ke Prefect Team, meminta maaf kepada Ako karena telah membuatnya menunggu, dan bersiap bertempur di bawah arahan Sensei. Kelelahannya tidak lenyap begitu saja; yang berubah adalah kesediaannya membiarkan orang lain mengakui kelelahan itu dan memberinya dukungan.

Operasi Sanctum Ketiga dalam Volume Final

Dalam operasi Volume Final di taman hiburan terbengkalai, Hina bergabung dengan para siswi dari akademi lain untuk menyiapkan serangan ke Sanctum Ketiga. Ia memberi perintah memulai misi sementara Aris dan Game Development Department mengoordinasikan peralatan pendukung mereka yang tidak biasa. Adegan singkat itu menempatkannya dalam koalisi lebih luas, melampaui tugas penegakan disiplin yang biasa ia jalankan di Gehenna.

Liburan Musim Panas yang Penuh Gangguan

Dalam acara tersendiri Head Prefect Hina’s Summer Break, rencana memberi ketua yang kelelahan itu waktu beristirahat dari tugas rutin justru terganggu oleh kekacauan di kawasan pantai. Bahkan saat berlibur, Hina tidak bisa sepenuhnya lepas dari tanggung jawab. Acara musiman ini merupakan kisah terpisah, bukan akhir alternatif dari Perjanjian Eden.

Pesta Gehenna dan Piano

Acara Basking in the Brilliance of Their Serenade mengikuti Hina selama persiapan pesta sekolah di Gehenna. Dalam eksplorasi lapangan yang menyertainya, pemain mengikuti sudut pandangnya saat menangani masalah di sekolah dan meningkatkan Kemahiran Piano sebelum pertunjukan. Profil karakter versi busana pestanya juga menyebutkan bahwa kesempatan tampil di depan Sensei mendorongnya untuk berlatih.

Kembali Menghadapi Krisis Abydos

Belakangan, dalam krisis Meriam Kereta Abydos, Hina menerima permintaan Sensei untuk menghentikan Hoshino dan mengalahkannya dalam pertarungan langsung. Ia menjelaskan bahwa senjata itu berkaitan dengan warisan Kaisar Tiran Gehenna. Ia juga mengungkap informasi yang ia peroleh sebagai mantan anggota Komite Intelijen mengenai kematian Kuchinashi Yume, ketua dewan siswa Abydos: Yume sedang dalam perjalanan untuk menyetorkan pembayaran terkait jalur kereta lintas gurun ketika bencana alam tak terduga merenggut nyawanya. Hina memberi tahu Hoshino bahwa Yume tidak mengetahui keberadaan Meriam Kereta dan bahwa kecelakaan itu bukan kesalahan Hoshino.

Setelah kejadian tersebut, Hina dan Hoshino beristirahat di ruang perawatan Abydos. Hina akhirnya kembali ke Gehenna tanpa sempat berpamitan dengan layak, menjelaskan bahwa tugas dan urusan yang belum selesai terkait Meriam Kereta masih menantinya. Foreclosure Task Force berterima kasih atas bantuannya. Kehadirannya kembali di Abydos mempertemukan Hoshino dengan sosok yang dahulu datang sebagai penyelidik, tetapi kini mampu menghadapinya secara langsung tanpa meremehkan kesedihannya.

Fakta cerita tambahan

Sesudah krisis Meriam Kereta, Hoshino tertidur sambil bersandar pada Hina di ruang perawatan Abydos, sehingga Hina tidak dapat bergerak sampai Sensei turun tangan.

Kejadian tenang yang canggung ini sangat berbeda dari pertarungan sengit mereka dan memberi Hina masalah sehari-hari yang tidak bisa diselesaikan dengan wewenang atau daya tembak.

Di puncak kelelahan setelah perjanjian tersebut, Hina menyebutkan bahwa nilainya biasanya sangat baik.

Ucapan itu menegaskan bahwa keinginannya mendapat pujian dan perhatian bukanlah permintaan bantuan akademis, melainkan kebutuhan emosional yang jarang ia ungkapkan.

Pertanyaan dengan bocoran cerita

Apakah Hina tewas dalam serangan Perjanjian Eden?

Tidak. Ia terluka parah dalam serangan Arius dan membantu melindungi Sensei, tetapi selamat dan kembali memimpin.

Mengapa Hina ingin pensiun?

Ia melihat Perjanjian Eden sebagai peluang untuk membuat Gehenna lebih tertib sekaligus membebaskan dirinya dari beban yang melelahkan. Seusai serangan, ia sempat mengungkapkan keinginan berhenti bertarung, sebelum kembali menjalankan tugas berkat dukungan Sensei.

Apa yang diungkapkan Hina tentang Hoshino dan Yume?

Ia menjelaskan bahwa Gehenna menyelidiki kematian Yume dan perjalanan terakhir Yume berkaitan dengan penyetoran uang untuk pembelian jalur kereta, bukan upaya diam-diam menghancurkan Meriam Kereta. Hina menegaskan kepada Hoshino bahwa kematian itu merupakan kecelakaan, bukan kesalahan Hoshino.

Apakah Hina melawan Hoshino dalam cerita Meriam Kereta Abydos?

Ya. Atas permintaan Sensei, ia turun tangan untuk menghentikan Hoshino; setelah itu, ia menjelaskan ancaman Meriam Kereta sekaligus pengetahuannya sejak dulu mengenai tragedi Abydos.

0pesan terkirim.

Tag

  • Biografi karakter Blue Archive
  • Akademi Gehenna
  • Prefect Team
  • Penampilan Hina Sorasaki
  • Kepribadian Hina
  • Kemampuan Hina
  • Hubungan Hina dengan karakter lain
  • Fakta tentang Hina